Allah SWT berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 26 bahwa Dia-lah pemilik segala kekuasaan. Dia memberikan dan mencabut kekuasaan kepada siapa yang Dia kehendaki, memuliakan dan menghinakan siapa yang Dia kehendaki. Segala sesuatu berada dalam genggaman-Nya.
Ayat ini mengingatkan kita bahwa jabatan, kedudukan, dan kekuasaan hanyalah titipan. Ada masanya datang, ada masanya pergi. Karena itu, jangan sampai jabatan membuat kita merasa lebih tinggi, dan jangan pula kehilangan jabatan membuat kita merasa lebih rendah.
Wahai Sahabat,
Memilih untuk berukhuwah dan berjamaah, termasuk dalam ber-Muhammadiyah, berarti belajar menerima perbedaan. Berbeda pendapat, cara pandang, minat, dan karakter adalah hal yang wajar. Bersatu tidak berarti harus seragam. Kita tidak harus selalu sepemikiran dalam segala hal, tetapi harus tetap berpijak pada akidah dan tujuan perjuangan yang sama: menegakkan nilai-nilai Islam dan mengharap ridha Allah SWT.
Dalam organisasi, dinamika dan perselisihan terkadang tidak terhindarkan. Namun, kedewasaan kita tidak diukur dari seberapa sering kita berbeda pendapat, melainkan dari bagaimana kita menyikapi perbedaan itu. Ketika masalah muncul, jadilah bagian dari solusi, bukan sekadar menambah kritik. Ketika pendapat kita tidak diterima, belajarlah untuk berlapang dada. Ketika orang lain mendapat amanah, berikan dukungan. Dan ketika tiba saatnya amanah berpindah, lepaskanlah dengan ikhlas. Sebab, organisasi yang kuat tidak dibangun oleh orang-orang yang selalu sepakat, tetapi oleh orang-orang yang tetap saling menghormati meskipun berbeda pendapat.
Sahabat, carilah teman yang mencintai kita karena Allah, yang tidak hanya membenarkan setiap perkataan kita, tetapi juga berani mengingatkan ketika kita keliru. Sebab, sahabat sejati bukanlah mereka yang selalu membuat kita merasa benar, melainkan mereka yang membantu kita menjadi pribadi yang lebih baik.
Pemimpin yang hebat bukan hanya mereka yang berhasil selama memegang jabatan, tetapi juga mereka yang mampu membangun kebersamaan, melahirkan kader-kader berkualitas, dan meninggalkan kebaikan yang terus tumbuh meski masa kepemimpinannya telah berakhir. Sebab, kepemimpinan sejati bukan tentang seberapa lama kita berkuasa, melainkan seberapa besar manfaat yang kita tinggalkan.
Menang bukan berarti harus mengalahkan orang lain. Terkadang, kemenangan terbesar adalah ketika kita mampu mengalahkan ego sendiri.
Tetaplah sejuk di tengah suasana yang panas, tetaplah santun ketika menghadapi kepahitan, tetaplah rendah hati ketika berada di puncak, dan tetaplah tenang ketika badai menerpa.
Sesekali, berhentilah sejenak, dan marilah kita merenung:
Ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan.
Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahsaia dari masa muda yang abadi.
Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan.
Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan.
Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan.
Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan.
Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati.
Ambillah waktu untuk memberi, itu adalah membuat hidup terasa bererti.
Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan.
Ambillah waktu untuk beramal, itu adalah kunci menuju syurga.
Pada akhirnya, organisasi hanyalah salah satu jalan pengabdian. Jangan sampai kesibukan mengurus organisasi membuat kita kehilangan kehangatan persaudaraan. Jangan sampai perbedaan membuat kita melupakan perjuangan bersama. Dan jangan sampai jabatan yang sementara merusak persahabatan yang seharusnya dijaga sepanjang masa. Mari terus berjuang dengan hati yang lapang. Sebab, kita mungkin berbeda dalam cara, tetapi semestinya tetap bersaudara dalam tujuan.
"Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati berkumpul atas dasar cinta kepada-Mu; bertemu atas dasar taat pada-Mu; bersatu atas dasar dakwah kepada-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu. Maka kuatkanlah yaa Allah, ikatan pertaliannya; lestarikanlah kasih sayangnya; tunjukkanlah jalannya; dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tiada redup; lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman kepada-Mu dan indahnya tawakal pada-Mu; hidupkanlah ia dengan makrifat kepada-Mu; dan matikanlah ia sebagai syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Aamiin Ya Allah. Aamiin ya Rabbal 'alamin."